Belajar Dari Palu

Opini  JUM'AT, 05 OKTOBER 2018 , 09:13:00 WIB

Belajar Dari Palu

Evakuasi korban gempa/Reuters

RMOLPapua. MAHAGURU kemanusiaan saya, Sandyawan Sumardi mengirim sebuah kisah nyata dan catatan dari saksi hidup gempa di Palu berupa tulisan dari Tutang Muhtar, dosen Universitas Tadulako dengan judul Belajar dari Palu” yang kini saya copas sebagai berikut:

Kehendak Allah

Kehendak Allah, hanya itu bisa kita ucapkan, saya kira tidak ada yang bisa menafsirkan dengan narasi yang baik kecuali kehendak Allah SWT, bagaimana tidak biasanya di satu daerah terjadi musibah bencana hanya satu jenis bencana baik itu gempa, tsunami, banjir bandang, penurunan tanah, kebakaran.

Tapi khusus Palu dan sekitarnya bencana yang sangat mustahil untuk pandangan manusia tapi tidak untuk Allah, hampir semua kelurahan, spot punya jenis bencana yang sangat berbeda yang tidak bisa dinarasikan dengan Ilmu apapun. Ada satu spot kawasan teluk Palu Tuhan luluh lantahkan ikon kota Palu Jembatan Kuning” yang begitu kokoh berdiri, rumah-rumah, warung, cafe hanya jadi cerita tanpa arti. Manusia bilang itu karena tsunami walau tanpa peringatan dini.

Nalar

Semua nalar Ilmu manusia baik BMKG dan Pemerintah sepakat bencana 7,7 skala Richter (7,4 koreksi)  adalah kajian terjadinya tsunami. Ini bencana yang mengerikan tidak ada dan sangat langka. Berbagai kelurahan punya jenis bencana yang berlainan dalam satu waktu. Sepanjang pantai Teluk Palu terkena serangan tsunami dalam.watktu sekejap tanpa ada peringan dini.

Di kelurahan Balora, tepatnya di perumnas tanah seakan-akan di‘‘blender” diputar-putar tanah dan rumah ditenggelamkan, dan terbakar, rumah yang dua lantai kelihatan jadi satu lantai, jalan raya meninggi 2 sampai dengan 4 meter,  seperti daerah bukit aspal, ratusan mungkin lebih orang terjebak dan bau mayat mulai menyengat.

Di kelurahan Petobo lain lagi, rumah-rumah seakan-akan ditenggelamkan dengan lumpur, rumah menjadi rata dgn badan jalan. Ratusan warga terutama manula dan anak-anak terjebak didalamnya . Jalan-jalan di kota Palu terbelah  antara 2 cm sampai dengan 20 cm, dan terangkat meninggi lebih 20 cm. Infrastuktur hotel, ruko, masjid, dan rumah tinggal sudah tidak layak untuk ditempati dan mungkin harus di robohkan.

Belum kabupaten Sigi, air yang langsung menerjang pedesaan diperkirakan korban ratusan. Belum fenomena banyaknya mayat yang belum di evakuasi, belum kelangkaan BBM, belum, tidak ada listrik dan tidak ada air bersih. Korban meninggal.diperkirakan lebih tiga ribu orang. Secara konstruksi pun, yang selama ini ada ilmu Rekayasa Beban gempa, semua tidak bisa membantu, kalau bumi sudah membelah diri.

Membunuh Kecongkakan

Allah menampar, membunuh kecongkakan keilmuan kita, menenggelamkan keduniawian kita, membakar rasa individu kita, dan Allah rindu jeritan kita. Kini manusia mulai berjamaah dengan tidur sama-sama dengan meninggalkan kemewahan dengan alas seadanya.  Manja makan enak dengan hidangan yang berkelas hilang seketika dengan makan hanya mengganjal perut yang dulu  sangat egois, kini merasakan bagaimana rasanya hidup dengan atap langit, tanpa listrik. Kini merasakan bagaimana susahnya air bersih dan berbagi dengan tetangga. Semuanya pasti ada hikmahnya untuk orang yang bersyukur dan berfikir. Ya Allah. Ampuni kami. AMIN.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Komentar Pembaca
Kualatisme Ken Arok

Kualatisme Ken Arok

SENIN, 11 MARET 2019

Hati Baru

Hati Baru

RABU, 06 MARET 2019

Korut Dan AS Di Vietnam

Korut Dan AS Di Vietnam

JUM'AT, 01 MARET 2019

Dampak Buruk Niat Baik

Dampak Buruk Niat Baik

SENIN, 18 FEBRUARI 2019

90 KM

90 KM

KAMIS, 14 FEBRUARI 2019

Menanggulangi Wabah Kebencian Jenis Baru
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Doa Bersama Di 212 Award

Doa Bersama Di 212 Award

SABTU, 05 JANUARI 2019 , 11:50:00

60 Tahun Revolusi Kuba

60 Tahun Revolusi Kuba

SABTU, 12 JANUARI 2019 , 12:07:00

KPK Tidak Takut

KPK Tidak Takut

KAMIS, 10 JANUARI 2019 , 06:45:00