Langkah Pemerintah Ambil Alih Freeport Diapresiasi

Politik  SELASA, 09 OKTOBER 2018 , 11:31:00 WIB

Langkah Pemerintah Ambil Alih Freeport Diapresiasi

Jhony G Plate/Net

RMOLPapua. Anggota MPR dari Fraksi Nasdem, Johnny G Plate, menilai renegoisasi yang dilakukan pemerintah kepada Freeport sebagai bentuk penyelesaian masalah dengan tetap menghormati investor asing.

Dalam soal Freeport, Johnny menyebut ada kepentingan nasional yang harus diperhatikan.

"Perlu tata kelola baru agar saham yang dimiliki pemerintah semakin besar," ujarnya saat menjadi pembicara Diskusi Empat Pilar MPR di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Senin (8/10).

Dalam diskusi dengan tema 'Kuasai Mayoritas Saham Freeport, Pengelolaan Pertambangan Indonesia Berdaulat?', Johnny mengapresiasi langkah yang dilakukan pemerintah dalam mengambil alih Freeport.

Langkah yang dilakukan dengan cara mekanisme komersil disebut cara aman untuk menjaga kenyamanan investor asing dalam menanamkan investasinya di Indonesia. Bukan dengan cara mekanisme politik.

"Mekanisme komersil sejalan dengan upaya kita untuk membuka seluas-luasnya investasi asing," ujar pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur, itu.

Masalah Freeport diakui Johnny merupakan masalah panjang sejak pembebasan Papua. Ia menilai tak mudah melakukan renegoisasi makanya ia memuji langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah.

"Pemerintah secara sungguh-sungguh melakukan nasionalisasi terhadap sumber daya alam yang ada," ujarnya.

Johnnya juga menilai langkah pemerintah itu tak hanya pada Freeport namun juga pada Blok Mahakam dan Blok Rokan. Menurutnya hal tersebut merupakan jawaban kepada publik terhadap keinginan untuk mengelola sendiri sumber daya alam yang ada.

Johnny menyebut dari waktu ke waktu kebutuhan energi semakin meningkat.  Terlebih selama ini energi yang digunakan dari fosil.

Untuk mencukupi kebutuhan, Johnny mengakui perlu impor. Agar tak terlalu tergantung pada luar maka dirinya menyatakan perlu strategi, perlu memberi ruang, untuk mengeksplorasi sumber yang ada. Namun stabilitas politik juga perlu dijaga jangan sampai suasana politik yang ada dipenuhi dengan ungkapan nyinyir, fitnah, dan hoax.

"Sikap demikian tak memberi keuntungan pada invetasi," jelasnya. [RMOL]

Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Silatnas BEM Nusantara

Silatnas BEM Nusantara

SELASA, 30 OKTOBER 2018 , 12:06:00

Presiden Resmikan Monumen Kapsul Waktu

Presiden Resmikan Monumen Kapsul Waktu

SABTU, 17 NOVEMBER 2018 , 10:17:00

TNI Ratakan Puing Hotel Roa-Roa

TNI Ratakan Puing Hotel Roa-Roa

JUM'AT, 26 OKTOBER 2018 , 08:45:00