Kebiijakan DMO Batubara, Biaya Operasi PLN Lebih Hemat

Ekbis  KAMIS, 01 NOVEMBER 2018 , 07:25:00 WIB

Kebiijakan DMO Batubara, Biaya Operasi PLN Lebih Hemat

Ilustrasi/Net

RMOL. Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) harga batubara untuk sektor kelistrikan telah berjalan efektif. Hasilnya, kenaikan harga komoditas batubara internasional tidak berdampak signifikan terhadap beban operasi perusahaan.

Begitu kata EPV Corporate Comunication PT. PLN (Persero), I Made Suprateka seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (31/10). Menurutnya, kini banyak pembangkit yang beralih ke batubara karena biayanya operasinya murah.

"Penggunaan (capacity factor) pembangkit yang berbiaya operasi lebih murah menggunakan batubara semakin meningkat," kata

Di sisi lain, PLN telah melakukan segenap upaya agar perusahaan tetap bertahan saat krisis. Di antaranya, melakukan reprofiling atas pinjaman, sehingga didapatkan pinjaman baru dengan tingkat bunga yang cukup rendah dan jatuh tempo lebih panjang menjadi 10 hingga 30 tahun.

Sejalan dengan kemajuan program 35 GW, masih kata Made, maka sejak Januari 2015 hingga September 2018, PLN telah menanamkan dana untuk investasi sebesar Rp 248 triliun. Pada periode yang sama peningkatan jumlah pinjaman hanya sebesar Rp 148 triliun atau 60 persen dari total investasi.

"Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan dana internal PLN masih sangat memadai, yaitu sekitar 40 persen atau Rp 100 triliun dari seluruh kebutuhan investasi tersebut," ungkapnya.

Meskipun sebagian besar pinjaman PLN masih akan jatuh tempo pada 10 hingga 30 tahun mendatang, lanjut Made, namun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku dan hanya untuk keperluan pelaporan keuangan, maka pinjaman valas tersebut harus diterjemahkan (kurs) ke dalam mata uang rupiah.

Sehingga memunculkan adanya pembukuan selisih kurs sebesar Rp 17 triliun,” terangnya.

Laba PT PLN (Persero) meningkat 13,3 persen atau setara dengan Rp 9,6 triliun. Dalam Laporan Keuangan PT PLN (Persero) Triwulan III 2018 yang diterima redaksi, laba perusahaan tersebut meningkat jika dibandingkan pada tahun sebelumnya yang berkisar di angka Rp 8,5 triliun.

Kenaikan laba ditopang oleh kenaikan penjualan dan efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan serta adanya kebijakan pemerintah DMO harga batubara. [RMOL]

Komentar Pembaca
Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Warga Pulau Pari Minta Sulaiman Dibebaskan

Warga Pulau Pari Minta Sulaiman Dibebaskan

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Peluncuran Buku Papua Ethnography

Peluncuran Buku Papua Ethnography

SABTU, 13 OKTOBER 2018 , 11:19:00

Silatnas BEM Nusantara

Silatnas BEM Nusantara

SELASA, 30 OKTOBER 2018 , 12:06:00

Tinjau Pengamanan IMF-World Bank

Tinjau Pengamanan IMF-World Bank

RABU, 10 OKTOBER 2018 , 08:45:00