FPI: Aksi 211 Tuntut Pemerintah Akui Bendera Tauhid

Politik  JUM'AT, 02 NOVEMBER 2018 , 08:10:00 WIB

FPI: Aksi 211 Tuntut Pemerintah Akui Bendera Tauhid

Slamet Ma'arif/Net

RMOLPapua. Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam akan menggelar Aksi Bela Tauhid atau Aksi 211 pada siang ini, Jumat (2/11).

Salah satu tuntutan dari aksi ini adalah mendesak pemerintah untuk mengakui bendera hitam bertulis kalimat tauhid yang dibakar Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Garut sebagai bendera tauhid.

Jurubicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Ma’arif menjelaskan bahwa pengakuan itu dibutuhkan karena selama ini banyak pihak menyebut bendera itu milik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ormas yang sudah dibubarkan pemerintah.

Padahal, banyak bukti menyebut bahwa bendera itu bukan milik HTI.

"Harus dipahami bersama, secara bukti, fakta, dan UU ormas yang ada di Indonesia, yang dibakar itu bendera tauhid. Nah ini baik PBNU dan pemerintah sampai saat ini belum ada pengakuan itu," kata Slamet di Media Center Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/11).

Menurutnya, selama pengakuan tidak dilakukan, maka banyak pihak akan terus menggiring opini seolah bendera tersebut merupakan milik ormas terlarang, HTI.

Padahal faktanya dari sudut agama, UU, bahkan dari AD/ART, tidak ada yang menyebutkan itu bendera ormas tertentu. Artinya itu faktanya adalah bendera tauhid yang dibakar," tukasnya.

Slamet juga membantah selebaran dan meme yang merebak di media sosial bahwa aksi 211 menuntut pembubaran  Banser. Ia menatakan, selebaran aksi yang akan digelar pada Jumat (2/11) atau Aksi 211 telah diubah oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Salah satunya diubah seolah-olah akan ada tuntutan membubarkan Banser.

Itu hoax. Itu meme kita diubah oknum tertentu. Itu hoax yang dilempar pihak-pihak tertentu, yang ingin menggagalkan dan mengadu domba umat Islam. Saya pastikan tidak ada tuntutan pembubaran Banser,” tegasnya.[RMOL]


Komentar Pembaca
Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Warga Pulau Pari Minta Sulaiman Dibebaskan

Warga Pulau Pari Minta Sulaiman Dibebaskan

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Peluncuran Buku Papua Ethnography

Peluncuran Buku Papua Ethnography

SABTU, 13 OKTOBER 2018 , 11:19:00

Silatnas BEM Nusantara

Silatnas BEM Nusantara

SELASA, 30 OKTOBER 2018 , 12:06:00

Tinjau Pengamanan IMF-World Bank

Tinjau Pengamanan IMF-World Bank

RABU, 10 OKTOBER 2018 , 08:45:00