Mantan Sekretaris MA Nurhadi Diperiksa KPK

Hukum  SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 11:00:00 WIB

Mantan Sekretaris MA Nurhadi Diperiksa  KPK

Nurhadi/Net

RMOLPapua. Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi akhirnya memenuhi panggilan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tidak ada sepatah katapun terucap dari Nurhadi saat tiba sekira pukul 09.57 WIB di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (6/11).

Jurubicara KPK, Febri Diansyah menyebut pemeriksaan Nurhadi dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro dalam dugaan suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Febri menyebut pemanggilan hari ini merupakan panggilan kedua bagi Nurhadi dan diharapkan untuk bisa memenuhi panggilan penyidik.

"Sebelumnya dia mangkir saat dijadwalkan pemeriksaan pada 29 Oktober 2018," katanya kepada wartawan.

Diketahui, perkara ini muncul pasca operasi tangkap tangan terhadap Panitera Sekretaris PN Jakarta Pusat Edy Nasution dan perantara suap Doddy Aryanto Supeno.

KPK dalam OTT itu menyita uang suap Rp 50 juta yang diduga bertujuan mengatur peninjauan kembali (PK) perkara perdata di Mahkamah Agung.

Usai penangkapan, KPK menggeledah empat lokasi, termasuk rumah dan kantor Nurhadi. Dari rumah Nurhadi, KPK menyita uang senilai Rp 1,7 miliar dalam bentuk dolar Singapura, dolar Amerika, Euro dan Riyal yang diduga berkaitan dengan pengurusan perkara perdata yang diajukan ke MA. [RMOL]

Komentar Pembaca
Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Warga Pulau Pari Minta Sulaiman Dibebaskan

Warga Pulau Pari Minta Sulaiman Dibebaskan

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Peluncuran Buku Papua Ethnography

Peluncuran Buku Papua Ethnography

SABTU, 13 OKTOBER 2018 , 11:19:00

Silatnas BEM Nusantara

Silatnas BEM Nusantara

SELASA, 30 OKTOBER 2018 , 12:06:00

Tinjau Pengamanan IMF-World Bank

Tinjau Pengamanan IMF-World Bank

RABU, 10 OKTOBER 2018 , 08:45:00