Tiket Pesawat Naik Hingga Rp 8 Juta, Masyarakat Papua Merasa Dirampok

Politik  JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 15:44:00 WIB

Tiket Pesawat Naik Hingga Rp 8 Juta, Masyarakat Papua Merasa Dirampok

Robert J. Kardinal/Net

RMOLPapua. Harga tiket pesawat ke Papua dan Maluku memasuki Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 melonjak drastis bahkan bisa mencapai Rp 8 juta per orang.

Kenaikan harga tiket pesawat itu dikritik anggota DPR dapil Papua Barat, Robert J. Kardinal sebagai ketidakadilan.

"Ini lagi sedang mahal-mahalnya. Sangat mahal. Kalau menurut saya ini seolah-olah masyarakat Papua, Maluku dan kota-kota di Indonesia timur ini kena rampok," tuturnya.

Menurut Robert, banyak warga Papua ingin pulang dan berkumpul bersama keluarganya untuk merayakan setahun sekali Natal dan Tahun Baru tapi kesulitan karena ongkos tiket pesawat kemahalan.

Ia pribadi biasanya menggunakan pesawat Jakarta-Papua dengan patokan harga antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. Namun beberapa hari lalu, saat hendak ke Papua dalam rangka kunjungan kerja ke daerah konstituennya, Ketua Kaukus Papua-Papua Barat ini terpaksa harus merogoh kocek hingga Rp 8 juta.

"Jadi naiknya luar biasa sampai 100 persen. Kalau masyarakat biasa, nggak mungkin kebeli tiket setinggi itu. Kemudian dasar perhitungannya apa? Ini kalau ada permainan tiket jelang Natal dan tahun baru oleh operator penerbangan saya minta ditertibkan," tegas bendahara umum Partai Golkar ini.

Ia telah mendengar sendiri keluhan beberapa warga dan tokoh masyarakat Papua atas mahalnya tiket pesawat ke Papua. Untuk itu, Robert meminta pemerintah membuat aturan harga tiket atas untuk penerbangan dari/dan menuju kota-kota di Indonesia Timur seperti Papua Barat.

"Pemerintah harus kontrol jangan sampai operator penerbangan seenaknya naikkan harga. Kalau nggak kasihan Masyarakat Papua. Sudah susah tinggal di sana, begitu mau silaturahmi dengan keluarga kesulitan karena mahalnya tiket pesawat," terangnya.

"Harga tiket yang mahal ini nggak boleh dianggap sebagai hal yang biasa apalagi lumrah," imbuhnya, menekankan. [RMOL]


Komentar Pembaca
Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19

Kalimantan Timur Minta Jatah Menteri

Kalimantan Timur Minta Jatah Menteri

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 , 23:02:24

Tinjau Kondisi Manokwari

Tinjau Kondisi Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 08:02:00

Rayakan HUT Ke-74 RI, Gubernur Edy Sumbang Suara

Rayakan HUT Ke-74 RI, Gubernur Edy Sumbang Suara

SENIN, 19 AGUSTUS 2019 , 12:39:00