JAM Tuding Pihak Luar Tunggangi Dinamika Internal Golkar

Politik  SELASA, 10 SEPTEMBER 2019 , 15:28:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

JAM Tuding Pihak Luar Tunggangi Dinamika Internal Golkar

Rudolfus Jack Paskalis

RMOLPapua. Jaringan Aktivis Muda (JAM) Partai Golkar mensinyalir ada pihak dari luar partai yang dengan sengaja menciptakan perpecahan di tubuh Golkar. Kelompok tersebut sengaja melakukan operasi untuk membuat kegaduhan.

"Kalau kami cermati kasus per kasus sampai hari ini, menjelang Munas Desember 2019, muncul dugaan sangat kuat ada pihak luar yang secara sengaja ingin membuat rusuh di internal sehingga Golkar pecah," kata Ketua Umum JAM Partai Golkar, Rudolfus Jack Paskalis, seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/9).

Paskalis melihat, modus yang digunakan hampir serupa dengan perpecahan yang terjadi di internal Golkar pada 2014 lalu. Kelompok itu menunggangi dinamika yang terjadi di internal Golkar

Modusnya hampir sama dengan 2014 saat Pak Aburizal dan Pak Agung Laksono,” ujar dia,

Kelompok tersebut, kata Jack, memiliki agenda untuk membuat Partai Golkar tidak berdaya karena ditakutkan menjadi pemenang pada Pemilu 2024 mendatang.

"Mereka takut sekali Partai ini akan menang di 2024, sehingga dicari upaya untuk menghancurkannya," imbuh dia.

Dikatakan Jack,  mencermati kasus pelemparan bom molotov dan penggembokan kantor DPP Partai Golkar oleh sejumlah oknum yang mengaku pengurus JAM, adalah bukti kuat dugaan intervensi pihak luar tersebut.

"Betul, ada yang menunggangi dinamika di tubuh internal.  Karena kami tahu betul oknum-oknum yang mengaku AMPG tersebut adalah orang-orang yang sudah dipecat. Mereka sudah bukan pengurus lagi sehingga punya niat membuat rusuh. Kami pastikan kelompok ini akan kami lawan," tegasnya.

Pihaknya juga menyayangkan cara yang dipakai oleh salah satu Caketum Golkar Bambang Soesatyo yang dianggap terlalu memaksakan diri, sehingga tidak lagi mengindahkan cara-cara demokratis.

"Sikap Mas Bambang yang ngotot menyelenggarakan Munas lebih cepat adalah salah satu contoh syahwat politik yang tidak patut. Hanya karena soal jabatan di kabinet lalu memaksakan kehendak dan lagi dipakai cara-cara yang tidak elegan," ungkapnya.

Pihaknya berharap konstelasi menjelang Munas 2019 dilakukan dengan cara-cara demokratis. "Kami terus terang masih melihat kepemimpinan Pak Airlangga layak dilanjutkan dan kami tegaskan pula bahwa kami mendukung cara-cara berpolitik di Golkar dengan cara-cara yang demokratis dan beretika," tandas Jack Paskalis. [fak]

Komentar Pembaca