Ketum Golkar: Lima Fokus Jokowi-Maruf Pedoman Seluruh Kader

Politik  SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 11:32:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Ketum Golkar: Lima Fokus Jokowi-Maruf Pedoman Seluruh Kader

Airlangga Hartarto/RMOL

RMOLPapua. Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin telah menetapkan lima fokus pembangunan yang akan dikejar pemerintah dalam lima tahun ke depan. Golkar sebagai partai pengusung pasangan ini, menjadikan kelima fokus itu sebagai pedoman.

Dikatakan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, lima prioritas pembangunan yang disampaikan Presiden Jokowi itu, harus menjadi arah pembangunan bangsa.

Dalam acara syukuran ulang tahun Partai Golkar ke-55 di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Minggu malam (20/10), Airlangga memerintahkan kepada seluruh kader partai beringin untuk menjadikan kelima fokus tersebut sebagai pedoman.

"Jadi lima hal itu saya sampaikan juga hari ini menjadi pedoman dan pegangan bagi kader-kader Golkar, termasuk yang di DPR RI," ujar Airlangga seperti dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Senin (21/10).

Kelima fokus pembangunan dalam lima tahun ke depan untuk mewujudkan cita-cita agar Indonesia keluar dari jebakan negara menengah. Pertama, memprioritaskan pembangunan SDM yang pekerja keras dan dinamis. SDM yang terbentuk harus terampil dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kedua, pembangunan infrastruktur tetap akan lanjutkan. Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mempermudah akses ke kawasan wisata, sehingga mendongkrak lapangan kerja baru dan mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Ketiga, segala bentuk kendala regulasi akan disederhanakan. Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan dua UU besar, yaitu UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

Keempat, pemerintah akan melakukan penyederhanaan birokrasi secara besar-besaran. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja akan jadi prioritas. Dengan kata lain, prosedur yang panjang harus dipotong.

Sementara fokus terakhir adalah transformasi ekonomi. Indonesia harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa.

"Harapannya kita harus menjadi bangsa yang lebih baik lagi, ke depan diharapkan dalam situasi ini pemerintah bisa memberikan terobosan-terobosan terkait transformasi itu," tandas Airlangga. [fak]

Komentar Pembaca
Ahok Mau Jadi Petinggi BUMN, Ini Gaya Marah-marahnya
Ini Suasana Polrestabes Medan Pasca Ledakan

Ini Suasana Polrestabes Medan Pasca Ledakan

RABU, 13 NOVEMBER 2019 , 12:48:29

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 , 17:50:00